Pernyataan tersebut diunggah Farhat melalui akun Instagram @farhatabbastv226, Senin (10/9). Dia menuliskan itu untuk keterangan foto yang diunggahnya dan diberi tulisan 'Pak jokowi adalah Presiden yang menuntun Indonesia masuk surga'.
Unggahan itu, hingga Rabu (12/9) disukai 1.163 pengikutnya, dan dikomentari sekitar 825 pengguna instagram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berpantun, pilih Jokowi masuk surgawi, pilih mereka masuk neraka. Daripada menghina fitnah, bully, atau nyinyir orang, mending memuliakan orang lain. Silakan tafsirkan positif," kata Farhat saat dihubungi CNNIndonesia.com.
[Gambas:Instagram]
Dikatakan Farhat, pernyataannya soal surga itu, artinya dia percaya dan yakin dengan revolusi mental Jokowi buat bangsa ini, Jokowi menuntun bangsa masuk Surga.
"Untuk masuk surga enggak harus mengubah sistem yang inkonstitusional," katanya.
Lagipula kata Farhat, dalam statusnya itu dia tidak menyudutkan nama siapapun.
"Saya bukan takut mereka, (saya) takut Yang Maha Kuasa," katanya.
Ditegur Tim Kampanye Jokowi
Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin akan menegur Farhat Abas karena menyatakan pihak yang tidak mendukung Jokowi akan masuk neraka.
Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni mengatakan pernyataan Farhat tidak sesuai dengan narasi Jokowi-Maruf.
"Kami terus terang akan berikan teguran internal ke Farhat. Ini bukan narasi Pak Jokowi-Maruf," ujar Antoni di Gedung High End, Jakarta, Rabu (12/9).
Lihat juga:Netizen Protes Iklan Jokowi di Bioskop |
Menurutnya Pilpres merupakan urusan duniawi yang tidak ada sangkut pautnya dengan urusan agama.
"Kami tidak main isu agama, apalagi dengan aspek akhirat. Ini soal duniawi," ujarnya.
Terkait dengan hal itu pula, ia menyampaikan Farhat bukan juru bicara TKN Jokowi-Maruf. Ia menyebut Farhat yang merupakan caleg PKB itu hanya mengikuti pelatihan yang digelar TKN Jokowi-Maruf.
Ia berkata juru bicara TKN Jokowi-Maruf, yakni Ahmad Basarah, Johan Budi, Abdul Kadir Karding, TB Ace Hasan Syadzily, Irma Suryani Chaniago, Arif Budimanta, Arya Sinulingga, dan Lena Haryana Mukti.
"Mas Farhat memang tidak jadi jubir, tapi jadi bagian dari tim kampanye," ujar Antoni.