KPU Yakin Jumlah Pemilih Ganda Akan Terus Menyusut

FHR, CNN Indonesia | Kamis, 13/09/2018 04:18 WIB
KPU Yakin Jumlah Pemilih Ganda Akan Terus Menyusut Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Viryan Azis mengatakan bahwa penyaringan terhadap data pemilih ganda terus dilakukan pihaknya, Bawaslu dan partai politik peserta Pemilu 2019. Dia meyakini, jumlah pemilih ganda akan terus menyusut.

Saat ini, hasil penyisiran data yang dilakukan kubu pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ditemukan 6,3 juta pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

"Tadi malam, disampaikan dari 25 juta sudah berkurang jadi 6,3 juta," kata Viryan di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).


Sebelumnya kubu Prabowo-Sandiaga menemukan 25 juta pemilih ganda dalam 137 juta Daftar Pemilih Sementara (DPS). Temuan itu kemudian diberikan ke KPU pada 12 Juli lalu. Saat itu verifikasi dilakukan dengan tiga kategori, yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, dan tanggal lahir.

Viryan mengatakan, temuan 6,3 juta data pemilih ganda kali ini dilakukan kubu Prabowo-Sandiaga melalui 185 juta DPT. Selain itu, mereka menggunakan empat kategori untuk memverifikasi data pemilih, yakni nama, NIK, tanggal lahir, dan tempat lahir.

"Hasilnya hanya 6,3 juta," kata Viryan.

Viryan meyakini bahwa data ganda akan terus menyusut setelah dilakukan verifikasi lebih cermat, misalnya dengan menggunakan lebih dari empat kategori. Menurut dia, jika itu dilakukan maka data pemilih ganda tidak sampai 6,3 juta.

"Kami yakini masih jauh di bawah itu. Angkanya berapa, kami masih terus melakukan pengecekan kegandaan dan verifikasi di daerah," ujarnya.

Sebelumnya Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mengatakan pihaknya menemukan sekitar satu juta pemilih ganda dalam DPT di 285 kabupaten/kota.

Menurutnya, jumlah pemilih ganda bisa terus bertambah lantaran masih ada sekitar masih 229 data DPT kabupaten/kota saja yang belum dianalisis. Untuk diketahui jumlah kabupaten/kota dalam DPT sebanyak 514.

Abhan menjelaskan untuk menemukan data DPT ganda pihaknya menyaring berdasarkan tiga kategori, yakni NIK, nama, dan tanggal lahir.

Sementara kubu Prabowo-Sandiaga sebelumnya menemukan 6,8 juta pemilih ganda dalam DPT. Temuan itu berdasarkan hasil penyisiran yang dilakukan tim internal pihaknya.

"Kami melakukan validasi, ada kejelasan yaitu masih ada 6,8 juta DPT ganda. Ini masih bergulir terus, kemungkinan bisa berkurang lagi," kata Sekretaris Jenderal DPP PAN Eddy Soeparno di Rumah Pemenangan PAN, Jalan Daksa I, Jakarta Selatan pada Senin (10/9).

Dia menerangkan pihaknya telah melakukan validasi dan penyisiran atas DPT yang diberikan KPU dalam masa perpanjangan waktu selama 10 hari.

Terkait itu, KPU akan merekapitulasi DPT hasil perbaikan atau penyempurnaan pada 16 September 2018 mendatang. (osc/osc)