Hal itu menanggapi pernyataan politikus Partai Gerindra Andre Rosiade yang menyebut Erick sebagai stuntman Ma'ruf untuk menghadapi bakal cawapres Sandiaga Uno di Pilpres 2019
"Ya nggak apa-apa kalau stuntman kan bagus. Kalau nggak ada stuntman nggak ada film action, ya kan," ujar Erick di Gedung High End, Jakarta, Rabu (12/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait dengan hal itu, Erick enggan berpolemik lebih jauh. Sebab, ia menilai pencapresan Jokowi lebih penting ketimbang soal stuntman.
Di sisi lain, Erick menyampaikan banyak pihak yang meremehkan Ma'ruf karena umurnya. Padahal, ia menilai Ma'ruf memahami banyak hal, seperti soal eknomi hingga sepakbola.
"Yang saya rasa kadang-kadang kita underestimate sama figur seseorang. Padahal luar biasa," ujar Erick.
Menurutnya, hal tersebut bisa dilihat dari gambar-gambar yang beredar di media sosial usai pengumuman Erick sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Jumat (7/9), di mana foto yang ditampilkan menyandingkan gambar Erick dengan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno.
Dia menilai hal tersebut mengartikan bahwa Jokowi membutuhkan
stuntman untuk menghadapi pasangan Prabowo-Sandi.
"Meme yang dikeluarkan adalah Erick Thohir dengan Sandi. Itu artinya, mereka butuh cawapres stuntman untuk hadapi Prabowo-Sandi yaitu Erick Thohir," kata Andre saat ditemui di rumah pemenangan PAN, Jalan Daksa I, Jakarta Selatan pada Senin (10/9). (osc)