"Anak korban ini saksi kunci karena saat peristiwa itu [yang bersangkutan] patut diduga berada di dalam rumah," ujar Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Mapolda Jabar, Bandung, Rabu (12/9).
"Untuk si anak, kita masih minta pendampingan dari psikolog mengingat kondisi anak korban itu adalah anak berkebutuhan khusus [ABK)]," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kita sedang cari tim ahlinya," kata dia.
Seperti diketahui, awal mula jasad Ela ditemukan tetangganya, Deni Irawan. Nama terakhir ini, kata Trunoyudo, melihat anak korban menangis sambil membawa HP dan pakaian yang berlumuran darah. Berdasarkan keterangan saksi, anak Ela merupakan ABK.
"Setelah membuka pagar rumah melihat ke dalam rumah korban dan menemukan korban sudah kondisi tertelungkup dengan penuh darah," kata Trunoyudo.
Deni kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polsek Lembang. Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan sebilah pisau dapur, sementara jenazah Ela dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung guna proses otopsi.
(hyg/arh)