Keputusan Budi mengubah nama Bandara Internasional Lombok disampaikan dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 1421 Tahun 2018.
Zainuddin Abdul Majid merupakan tokoh NTB yang ditetapkan menjadi pahlawan nasional berdasarkan Keppres Nomor 115/TK/Tahun 2017. Mendiang adalah kakek Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi atau juga dikenal dengan nama Tuan Guru Bajang (TGB).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan Bandara Internasional Lombok (BIL) dimulai pada periode pertama kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2005. Setelah dihitung-hitung, proyek pembangunan bandara baru itu menelan biaya hampir Rp 950 miliar buat pembebasan lahan dan pembangunan.
SBY menyesalkan kabar/isu pencopotan prasasti bandara Lombok yang dia bangun. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Seperti halnya saat ini, proyek BIL ketika itu juga menghadapi penolakan dari masyarakat setempat. Meski saat itu Angkasa Pura I sudah membebaskan lahan seluas 500 hektare untuk pembangunan bandara, warga tetap berkeras dan situasi sempat tegang.
Menteri Perhubungan ketika itu, Hatta Rajasa bahkan sempat disarankan lekas kembali ke Jakarta dan mengurungkan niatnya melakukan proses peletakan batu pertama dalam proyek. Namun, dia ngotot melakukan hal itu.
Tujuh tahun berselang, pemerintahan Presiden Jokowi memutuskan mengubah nama bandara itu. Aroma politis sangat terasa dalam polemik pergantian nama bandara itu. Apalagi TGB yang mulanya kader Partai Demokrat saat ini mendukung Presiden Joko Widodo.
Yang bereaksi paling keras dari keputusan Budi adalah Partai Demokrat. Sebab, mereka khawatir rezim Jokowi bakal melepas prasasti peresmian diteken SBY tujuh tahun lalu.
Presiden Joko Widodo dan TGB Zainul Majdi saat meninjau korban gempa Lombok. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi) |
SBY mengaku tidak memiliki hak menghalang-halangi keinginan Jokowi jika ingin mengganti prasasti. SBY juga mengatakan tidak memiliki kemampuan untuk menolak rencana penggantian nama sekaligus prasasti. Karenanya, SBY mempersilakan Jokowi, selaku presiden saat ini, jika ingin mengganti prasasti di bandara tersebut.
SBY mengatakan prasasti dan jejak sejarah memang dapat dihapus oleh manusia. Kapan saja dan dimana saja.
"Namun, saya sangat yakin, catatan Allah SWT tidak akan pernah bisa dihapus," ujar SBY.
Sejauh ini belum ada kabar rencana penggantian prasasti bandara tersebut seiring dengan penggantian nama bandara. CNNIndonesia.com sudah berusaha mengonfirmasi hal tersebut Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Sindi Rahayu tetapi belum ditanggapi.
TGB sementara itu mengklarifikasi bahwa terlepas dari perubahan nama tersebut, prasasti yang ditandatangani oleh SBY pada 2011 masih akan tetap ada.
"Saya sangat menyayangkan Pak SBY diberi kabar hoax mengenai rencana pencopotan prasasti, hingga mengeluarkan statement yang keliru," ujarnnya.
(gil)
SBY menyesalkan kabar/isu pencopotan prasasti bandara Lombok yang dia bangun. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Presiden Joko Widodo dan TGB Zainul Majdi saat meninjau korban gempa Lombok. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)