Ia menyatakan bahwa pantun Farhat itu bukan merupakan sikap resmi TKN Jokowi-Ma'ruf dan murni pendapat pribadi Farhat.
"Farhat Abbas offside, itu bukan sikapnya TKN itu bukan. Itu barangkali pendapat pribadi, lagi iseng mungkin," kata Johnny saat ditemui di Posko Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (13/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Johnny menegaskan pihaknya ingin membangun suasana Pilpres yang penuh keramahan ketimbang memancing polemik di tengah masyarakat.
Ia pun berharap agar para pasangan calon yang maju dapat menampilkan adu gagasan dan program kerja masing-masing untuk meyakinkan masyarakat dalam Pilpres mendatang.
"Kontestasinya harus penuh keramahan dengan penuh silaturahim, ini ajang gagasan, ajangnya visi-misi, ajangnya integritas yang dikonteskan, ajangnya kerja nyata dan karya-karya nyata," kata Johnny.
Pernyataan tersebut diunggah pada Senin (10/9). Dia menuliskan itu untuk keterangan foto yang diunggahnya dan diberi tulisan 'Pak Jokowi adalah Presiden yang menuntun Indonesia masuk surga'.
Belakangan Farhat meminta maaf. Permintaan maaf Farhat diunggah di akun instagramnya, Rabu (12/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Dalam unggahan permintaan maaf itu, Farhat menulis, "Sehubungan dengan beredarnya pantun saya 'Pilih Jokowi masuk surga, pilih mereka masuk neraka', saya ditegur Sekjen PKB Abdul Kadir Karding Yth agar tidak menggunakan kalimat yang mem-bully calon presiden." (osc/gil)