Hal tersebut menyikapi pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Noor yang mengisyaratkan dukungan ke pasangan Jokowi Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.
Slamet optimistis PBB tidak akan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf setelah dan bakal bersama-sama dengan FPI mengawal hasil Ijtima Ulama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami yakin PBB bersama kita. Kami sangat yakin karena risikonya sangat tinggi," ujar Slamet di Gedung Joeang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/9).
Menurut Slamet, semua harus menunggu keputusan resmi partai. Pernyataan Sekjen PBB Afriansyah dinilai hanya keputusan perseorangan. Ia mengatakan sampai saat ini PBB masih belum menentukan arah dukungannya.
"Saya belum lihat keputusan resmi PBB untuk mendukung salah satu pasangan. Kami yakin setelah Ijtimak Ulama II pasti akan mendukung salah satu dari dua pasangan calon tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, Afriansyah menegaskan partainya akan berada pada satu barisan dengan pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden yang memiliki latar belakang sebagai ulama. Dari kedua pasangan calon, kubu Jokowi yang memiliki latar belakang ulama dengan menggaet Ma'ruf Amin.
Diketahui juga, PBB disebut-sebut Imam Besar FPI Rizieq Shihab sebagai bagian dari koalisi keumatan yang berisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra, dan Partai Amanat Nasional (PAN). (sur)