Gerindra Berencana Lapor Bawaslu soal Iklan Bioskop Jokowi

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 15:28 WIB
Gerindra Berencana Lapor Bawaslu soal Iklan Bioskop Jokowi Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Gerindra berencana melaporkan penayangan iklan capaian kinerja pemerintah Joko Widodo di sejumlah bioskop kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Hal itu dikarenakan materi iklan yang diduga bermuatan kampanye.

"Apakah ini bagian dari kampanye terselubung atau apa, biar nanti kami akan sampaikan ini kepada Bawaslu," kata Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/9).

Menurut Muzani, sebagai petahana, Jokowi memiliki keleluasaan bermanuver untuk memanfaatkan media dalam memasang iklan atau pesan kepada masyarakat dengan berbagai cara 

"Cara-cara itu baik yang terang-terangan maupun terselubung. Berbeda dengan kami  yang medianya terbatas kemampuan dan sumber dananya," katanya. 


Wakil Ketua MPR ini menambahkan penayangan iklan kinerja di bioskop juga tidak tepat karena berada di ruang privat yang mengharuskan masyarakat membayar untuk menikmati sebuah film.

Di sisi lain, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta menilai penayangan iklan itu bukan merupakan kampanye. Iklan itu disebut bentuk promosi atas keberhasilan kinerja pemerintah.

"Jangan salah kalau promosi dalam kepentingan negara untuk membuktikan ada pekerjaan selesai itu bukan kampanye. Itu adalah fakta bahwa saudara mengerjakan A, B, C dan itu sudah selesai dan itu perlu dinilai oleh rakyat," ujarnya.

Menanggapi itu, Presiden Joko Widodo terlihat santai ketika mendengar tudingan mencuri start kampanye karena penayangan iklan hasil kinerja pemerintah terutama infrastruktur di sejumlah bioskop. 

Dia malah tertawa ketika ditanya soal iklan pemerintah di bioskop. "Itu memang tugas Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) menginfokan apa yang sudah dikerjakan pemerintah, yang belum, dan yang akan," kata Jokowi di Bogor, hari ini.

Iklan yang dipasang Kemkominfo di jaringan bisokop Indonesia menuai pro dan kontra. Iklan berjudul 2 musim, 65 bendungan ini berdurasi sekitar empat menit dan ditayangkan bersama sejumlah iklan produk lainnya sebelum film dimulai. (sur)