Menurut Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, Ijtima Ulama II tak masalah digelar walaupun disebut memiliki pesan politik dan memberi dukungan untuk Prabowo-Sandi. Meski di satu sisi dia juga tak mau berandai-andai terkait dukungan Itjima Ulama II kepada Prabowo-Sandiaga.
"Kami tidak mau berandai-andai hasilnya (dukungan untuk Prabowo-Sandi) ditunggu saja hasilnya," kata Eddy yang ditemui dalam pembekalan nasional PAN di Jakarta, Minggu (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itjima Ulama itu pada akhirnya memberi rekomendasi. Tidak ada keharusan berdasarkan hukum atau tidak untuk dilaksanakan. Jadi menurut saya, Itjima Ulama biarkan saja berjalan," ujar dia.
"Itjima Ulama I sudah menghasilkan keputusan. Kami sudah memenuhi keputusan itu, Prabowo sudah kami dorong. Meski ada hal belum terpenuhi, kami harap dalam Ijtima Ulama II itu bisa dihasillan secara bulat dan kami juga menerima bulat," ucap Eddy.
Sebelumnya, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kapitra Ampera meminta penyelenggara Ijtima Ulama II, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF) untuk membatalkan gelaran itu.
"Saya minta batalkan Ijtimak Ulama II, kalau cuma mau dukung Prabowo dan Sandi dengan kontrak politik, antum (kalian) pasti kecewa," kata Kapitra saat memberikan keterangan pers di Jakarta Selatan pada Sabtu (15/9).
Ijtima Ulama II diselenggarakan pada Minggu (16/9) siang. Ijtima Ulama II ini digelar untuk menentukan sikap dan arah dukungan para ulama di Pilpres 2019.
Kegiatan ini diklaim mengundang 1000 orang ulama dan tokoh nasional. Prabowo-Sandi dijadwalkan akan ikut hadir bersama sejumlah sekjen partai koalisinya di acara ini. (ptj/osc)