Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menganggap politik identitas sesuatu yang melekat pada masyarakat Indonesia. Riza menilai setiap pihak tidak bisa melepaskan diri dari identitas yang menempel sejak lahir itu.
"Masyarakat itu kan identitasnya berbeda, ada orang Jawa, orang Aceh, orang Papua, sukunya berbeda, agamanya berbeda, bahasanya berbeda. Tentu semuanya punya hak dan kesempatan yang sama," ujar Riza yang ditemui di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Minggu (16/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riza tak sepakat dengan anggapan anggapan politik identitas yang bersifat memecah belah masyarakat. Ia meminta politik identitas tidak dimaknai sebagai hal negatif.
Rizieq sebelumnya menyerukan ulama memakai politik identitas dalam acara Ijtimak Ulama II di Jakarta. Melalui rekaman suara, Rizieq berpesan politik identitas yang mereka pakai tidak bersifat SARA.
"Soal politik identitas saya tegaskan di sini bahwa habaib dan ulama tidak pernah memainkan politik identitas yang SARA, yang fasis dan rasis," kata Rizieq.
(bin/gil)