"Mungkin presiden yang stres dan menjadi emosional dengan mengeluarkan pernyataan seperti itu," kata Ferry saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (16/8)
"Karena pencitraannya sudah enggak laku lagi dan bayang bayang kekalahan sudah di depan mata," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi: Projo Bukan Relawan Kardus |
Andi kala itu menyebut menyebut Prabowo sebagai jenderal 'kardus' karena memilih Sandiaga Salahuddin Uno menjadi cawapresnya.
"Menurut saya presiden sudah kehilangan kehormatannya dan kami tidak akan menanggapinya," ujar Ferry.
"Rakyat yang akan membalasnya, bukan kami," lanjut Ferry.
Mantan Wali Kota Solo itu tak merinci makna kardus yang dimaksud. Dia hanya mengatakan bahwa relawan Projo selama ini terkenal militan dan memiliki daya juang tinggi.
"Saya meyakini relawan Projo ini bukan relawan kardus, betul-betul relawan yang militansi, daya juang tinggi, dan ingin ikut memperbaiki negara," ujar Jokowi usai memberikan arahan tertutup dalam rapat kerja nasional IV Projo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, kemarin.
Jokowi lalu meminta agar para relawan pendukung untuk selalu beradu program dan gagasan selama masa Pilpres 2019. Relawan pendukung, lanjutnya, tak boleh menggunakan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) untuk menyerang calon lain.