"Kami akan mengambil langkah hukum untuk memproses itu," ujar Karding di Gedung High End, Jakarta, Senin (17/9).
Karding menuturkan pernyataan yang disampaikan oleh Waloni dalam sebuah ceramah tersebut berbahaya. Ceramah itu, kata dia, membuat kader PKB, NU, hingga santri marah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami susah meredam masyarakat di bawah. PKB, NU, dan santri-santri pada marah," ujarnya.
Dia mempelesetkan nama TGB dengan 'Tuan Guru Bajingan'. Kemudian Yahya menyebut Kiai Ma'ruf sudah uzur dan akan mati.
Karding menilai sosok seperti Waloni tidak boleh dibiarkan berada di Indonesia karena dapat merusak persatuan dan persaudaraan masyarakat.
"Orang-orang seperti ini tidak boleh banyak di Indonesia karena itu merusak," ujarnya.
"Kalau benar itu dari sana kami minta itu ditertibkan. Kalau tidak kami akan mengambil tindakan hukum," ujar Karding.
Ketua PBNU sekaligus Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebelumnya juga mengecam ceramah Waloni. Dia mengaku miris mendengarkan video viral ceramah Ustaz Yahya Waloni yang menyerang Ma'ruf Amin dan Tuan Guru Bajang.
"Seorang ustaz bicaranya tidak terkontrol bahkan mengeluarkan kata-kata yang sungguh tidak mendidik," kata Gus Ipul di Surabaya, Minggu (16/9).
Gus Ipul mengatakan perbedaan politik dalam Pilpres 2019 tidak berarti menjadi alasan menciptakan permusuhan. Dia berharap Yahya Waloni segera meminta maaf karena telah menyinggung tokoh seperti Ma'ruf Amin dan TGB.
[Gambas:Youtube] (ugo/jsp)