"Para Kader Demokrat yang saya banggakan, Saya mengajak Partai Demokrat untuk tidak menjalankan dan masuk ke dalam politik identitas, atau politik SARA," demikian pernyataan SBY dalam pidato politik peringatan HUT Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (17/9).
SBY mengaku enggan kader partainya turut dalam permainan mengejar kemenangan dengan mengorbankan persatuan, persaudaraan, dan kerukunan di antara sesama elemen bangsa Indonesia. Ia tak ingin kader-kader Demokrat turut menyemaikan benih-benih perpecahan dan disintegrasi yang sangat membahayakan masa depan bangsa Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut SBY di negara manapun selalu ada korelasi antara identitas dengan preferensi pemilihan dan politik.
SBY menegaskan delapan bulan ke depan, dari mulai jadwal kampanye resmi hingga proses pencoblosan pemilu dan pilpres 2019 pada April tahun depan, bangsa Indonesia menjalani ujian sejarah demokrasi. Bagi pensiunan jenderal TNI tersebut, dalam pemilu kampanye negatif memang sulit untuk dihindari agar tak terjadi. Itu pun, sambungnya, juga terjadi di negara lain.
"Saya mengajak Partai Demokrat untuk tidak ikut-ikutan melakukan fitnah dan menyebarkan hoax. Namun, kita juga harus menjaga kehormatan kita kalau kita mendapatkan fitnah," tutur mantan Menkopolkam era Kepresidenan Megawati Soekarnoputri tersebut.
Pidato politik SBY yang disampaikan hari ini merupakan bagian dari peringatan 17 tahun Partai Demokrat.