"Gusti Allah ora sare, kalau dikatakan merasa (ambil aset) sama sekali tidak," kata Roy ditemui usai menghadiri HUT ke -17 Partai Demokrat di Gedung Jakarta Theater, Senin (17/9).
Roy irit bicara ketika ditanya soal perkara sedang membelitnya. Dia pun tampak bergegas menghindari para pewarta. Dia menyebut semua jawaban yang berkaitan dengan sengketa aset ini akan disampaikan langsung oleh juru bicara dan kuasa hukumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadi kami bertemu dengan tim hukum Kemenpora, kami minta berkas, bukti terkait aset apa saja, nama-nama yang saat itu bertugas siapa saja, ini untuk menjadi rujukan mediasi," kata Tigor usai menemui pihak Kemenpora, di Gedung Kemenpora, Jakarta.
"Saya tadi sudah lihat berkasnya, tapi memang ada yang mesti dilengkapi karena saya minta cukup banyak yah," kata dia.
Tigor mendatangi kantor Kemenpora tanpa Roy Suryo. Kata Tigor, Roy ada di Jakarta namun tak ikut menyambangi kantor Kemenpora karena belum ada titik terang terkait aset negara itu.
Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan kebanyakan barang yang dibawa Roy adalah perangkat elektronik. Menurut Gatot Kemenpora telah mengirimkan surat ketiga terkait persoalan Roy Suryo itu.
Dalam surat yang ditandatangani Gatot itu, Kemenpora meminta Roy mengembalikan barang milik negara agar Kemenpora dapat melakukan inventarisasi sehingga akuntabilitas pengelolaan barang milik negara di Kemenpora dapat dipertanggunjawabkan sesuai perundangan yang berlaku. (tst/ayp/pmg)