Kepala Polresta Bengkulu Ajun Komisaris Besar Prianggodo Heru mengatakan dua personelnya bahkan harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.
"Ada dua orang personel yang dibawa ke rumah sakit. Terluka karena lemparan batu dan kayu," kata dia seperti dilansir dari Antara, Rabu (19/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang kena lemparan batu," katanya lagi.
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu Yudha saat berorasi di depan kantor DPRD Provinsi Bengkulu menyampaikan bahwa aksi mereka ini menjadi cara untuk mengkritisi kinerja pemerintah pusat terkait persoalan sektor ekonomi.
Dalam aksi itu para pedemo menuntut stabilisasi nilai tukar rupiah, peningkatan ekspor dan sebaliknya mengurangi impor. Selain itu, mereka juga menuntut perbaikan harga jual komoditas pertanian serta optimalisasi peran lembaga pemerintahan.
Aksi demo itu berujung kericuhan. Heru menyebutkan massa mencoba memaksa masuk ke kantor DPRD Provinsi Bengkulu sementara para legislator masih menggelar rapat.
"Sejak awal mahasiswa sudah ada komunikasi (dengan kepolisian), tuntutan mereka ingin bertemu dengan anggota DPRD," kata dia.
Pihak kepolisian pun sudah berupaya memfasilitasi para pengunjuk rasa, namun mahasiswa yang tergabung dalam HMI ini tidak sabar dan memaksa masuk. Saat kericuhan memuncak, terdengar sejumlah letusan ke udara untuk membubarkan para pendemo.
"Mereka hanya diminta keterangan," ujar Heru. (antara/wis)