Demonstrasi yang diinisiasi oleh Gabungan Roda Dua (Garda Indonesia) ini mengusung sejumlah tuntutan, salah satunya menuntut menghapus potongan komisi 20 persen bagi aplikator.
Pantauan CNNIndonesia.com, puluhan kendaraan bermotor yang dikendarai oleh para pengemudi ojek online telah terparkir di ruas jalan depan gedung Lippo Kuningan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Grab Siap Temui Para Pendemo Ojek Online |
Ratusan polisi telah bersiap untuk melakukan pengamanan. Mereka bersiaga sejak pukul 11.00 WIB. Sebagai antisipasi, polisi telah menutup jalan Denpasar Terusan yang berada di belakang gedung Lippo.
"Perwakilan Grab Indonesia siap untuk kembali menemui pengunjuk rasa untuk mendengar tuntutan mereka hari ini dan Grab menghargai aspirasi, umpan balik dan masukan dari komunitas Garda tersebut," kata Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dalam keterangan resmi kepada CNNIndonesia.com.
Kendati demikian, Ridzki menegaskan bahwa aksi demonstrasi ini tidak mewakilii keseluruhan komunitas mitra pengemudi Grab. Ia menyebut puluhan ribu mitra pengemudi masih beroperasi dengan normal pada hari ini.
"Kami tegaskan bahwa mereka tidak mewakili keseluruhan komunitas mitra pengemudi Grab, di mana puluhan ribu mitra aktif Grab tetap bekerja secara normal," ujar Ridzki
Tuntutan kedua mendesak aplikator menggunakan mekanisme tarif dasar berdasarkan rumus transportasi bukan supply demand algoritma. Terakhir, Garda menuntut agar tak ada lagi potongan komisi 20 persen bagi aplikator.
Demo ini digelar di dua tempat yakni di kantor operasional Grab di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat dan di kantor pusat Grab di Lippo Kuningan Jakarta Selatan. (gst/wis)