Hal ini diungkap saat ditanya soal jaminan BKN tentang ketiadaan kecurangan dalam perekrutan CPNS. Menurut BKN, sistem saat ini sudah terkomputerisasi dan meminimalisasi penggunaan manusia. Alhasil, proses pun lebih transparan dan akuntabel.
"Kalau sudah begitu bagaimana kecurangannya? Selama ini khawatir [ada kecurangan lewat jalur] temen-teman di dalam. No!" ujar Humas BKN Mohammad Ridwan, di kantor BKN, Jakarta, Rabu (19/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping itu, pihaknya juga telah membekali panitia seleksi nasional dengan tim IT untuk menanggulangi kecurangan. Ridwan mengatakan setiap satuan pansel telah dilengkapi dengan tim dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Badan Siber Sandi Negara (BSSN).
Ridwan juga mengklaim pihaknya telah berkomunikasi pula dengan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) agar mendapatkan akses yang lebih cepat dalam proses pendaftaran.
Efeknya, seringkali proses unggah data kependudukan lamban karena server data dukcapil juga digunakan oleh perbankan dan asuransi. Pendaftar seringkali menganggap server down saat proses pendaftaran.
"Ketika kita membuka akun baru kemudian itu juga alur bank. Itu ketika connect maka connect-nya ke server yang sama. Itu yang sedang kita komunikasikan dengan Dukcapil sehingga ada privillage [supaya lebih cepat mendapat data]," lanjutnya.
"Kita katakanlah meminta upgrade traffic 1 GB yang sekarang bisa bertambah itu mereka akan membantu. Sehingga diharapkan server kita tetap akan live selama proses ini," ujarnya.
"Mudah mudahan [nggak down]," pungkas Ridwan.
(kst/arh)