"Tradisi ziarah ke beberapa makam pendiri bangsa dan para pahlawan seperti ini harus dipertahankan untuk mengingatkan seluruh generasi penerus, dalam hal ini bukan hanya TNI tetapi seluruh anak bangsa bahwa generasi muda khususnya generasi milenial agar mengerti betapa besar perjuangan para pahlawan dan pendahulu kita dalam merebut kemerdekaan Indonesia," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto usai ziarah ke makam Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Rabu (19/9).
Saat berziarah ke makam Bung Karno, Hadi didampingi oleh KSAD Jenderal Mulyono, KSAL Laksamana Siwi Suka Adji, dan KSAU Marsekal Yuyu Sutisna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marsekal Hadi menjelaskan ziarah ke makam Bung Karno juga menjadi rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 TNI.
Penglima TNI dan tiga kepala staf TNI berziarah ke makam Bung Karno. (Dok. Puspen TNI) |
"Ziarah ke makam Proklamator Bung Karno ini merupakan tradisi yang bagus karena kita selalu diingatkan dengan 'Jas Merah' yaitu jangan sekali-kali melupakan sejarah," katanya.
Panglima TNI menyampaikan bahwa Soeharto adalah tokoh pembangunan dan tokoh besar yang mendapat gelar Jenderal Besar.
Menurutnya, Soeharto sudah menanamkan fondasi nilai-nilai yang luhur untuk kemajuan ABRI (sekarang TNI) dan banyak dirasakan oleh seluruh prajurit TNI yang saat ini sedang bertugas.
Selanjutnya, Marsekal Hadi menyampaikan bahwa usai melakukan ziarah ke beberapa makam Presiden RI dan Panglima Besar Jenderal Soedirman, akan mengunjungi museum Panglima Besar Jenderal Soedirman yang kebetulan lokasinya berdekatan dengan makam para pahlawan yang berada di Yogyakarta. (wis/sur)
Penglima TNI dan tiga kepala staf TNI berziarah ke makam Bung Karno. (Dok. Puspen TNI)