Ribuan Polisi Kawal Pengambilan Nomor Urut Capres di KPU

CNN Indonesia | Jumat, 21/09/2018 13:51 WIB
Ribuan Polisi Kawal Pengambilan Nomor Urut Capres di KPU Ilustrasi pengamanan KPU. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan polisi akan disiagakan untuk melakukan pengamanan di sekitar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ri saat pengambilan nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden malam ini.

Acara pengambilan nomor urut capres-cawapres rencananya digelar sekitar pukul 19.30 WIB, dihadiri langsung oleh dua pasangan calon Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pengamanan akan dilakukan sejak pukul 17.00 WIB.


"Pengamanan sejak pukul 17.00 WIB oleh 3.886 personel gabungan," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan skema pengamanan akan dilakukan mulai dari membuat pagar betis hingga barikade dengan ditambah kawat berduri. Peningkatan pengamanan tersebut karena berkaitan dengan waktu penetapan nomor urut yang berlangsung pada malam hari.

"Kami akan ada pengamanan pagar betis, pengamanan tirai bagi calon yang akan orasi, dan juga tirai pagar betis. Kami juga akan barikade kawat berduri untuk membatasi," ujarnya.

Sementara itu Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Sudarmanto mengatakan massa pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin akan bertitik kumpul di Tugu Proklamasi.

"Berarti nanti masuk KPU dari sisi kanan. Sedangkan pintu sebelah kanan untuk masuk atau kumpulnya pendukung Ma'ruf. Kalau yang sebelah kiri dari arah kantor Bank Mandiri untuk titik kumpul massa Prabowo-Sandiaga," ujarnya saat dikonfirmasi.

Terpisah, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan tidak ada pengamanan ekstra. 

"Nggak. biasa aja. ini kan momentum biasa saja yang semua orang harus menyambut dengan riang gembira," terang Arief di Gedung KPU, Jakarta.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi sejumlah personil kepolisuan sudah bersiaga di lokasi. Terdapat juga beberapa truk dan mobil baraccuda kepolisian yang terparkir di depan Gedung KPU.

Arief mengatakan pihak kepolisian bakal melakukan pengamanan apabila terjadi kemacetan pada saat pengambilan nomor.

"Jadi pengamanan tentu kalau menimbulkan kemacetan akan diamankan, untuk menghindari terjadinya gesekan ya akan dijaga jaraknya," ujar Arief.

Lebih lanjut, Arief mengatakan pihak yang boleh nasuk ke dalam ruangan pengambilan nomor hanya pasangan calon, KPU, Bawaslu, DKPP, pihak pemerintah, DPR, dan organisasi non pemerintah (NGO).

"Untuk Parpol sudah bergabung dengan tim pendukung. hari ini kan yang punya acara kan bukan parpol, tapi paslon. Partai ada didalamnya, makanya kami memberikan kuota silahkan masing-masing paslon mengatur di internal mereka. kan banyak partai bergabung disitu, silahkan diatur," tutur Arief. (sah/wis)