"Memilih siapa-siapa silakan karena ini memang pesta demokrasi. Berbeda pilihan juga tidak apa-apa, tetapi kerukunan dan persatuan jangan sampai dilupakan," kata Jokowi di Setia Budi, Jumat (21/9).
Ini kali kedua Jokowi berhadapan dengan Prabowo Subianto dalam kontestasi Pilpres. Kampanye akan dimulai lusa sampai 13 April 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi menyatakan pemilihan umum (Pemilu) merupakan pesta demokrasi yang pasti terjadi setiap lima tahun sekali, sehingga diharapkan tak merusak hubungan masyarakat yang telah terjalin sejak dulu.
"Memang menjadi amanat Undang-Undang yang paling penting jangan sampai pesta demokrasi ini masyarakat jadi kelihatan terbelah atau antarkampung enggak saling sapa," ujarnya.
"Kita mengajak masyarakat, relawan untuk tak bergaduh artinya jangan berselisih, hanya karena kita ingin menang," kata Ma'ruf.
Ma'ruf menginginkan jangan sampai perhelatan Pilpres justru berdampak merusak bangsa.
Ma'ruf turut meminta kepada tim sukses para kandidat, baik Koalisi Indonesia Kerja maupun Koalisi Indonesia Adil dan Makmur tak memprovokasi masyarakat saat kampanye Pilpres berlangsung. (chri/ayp)