BMKG mengutip laporan petugas pemantau aktivitas Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono, yang menyebutkan bahwa selama pengamatan 21 September pukul 00.00 sampai 24.00 WIB teramati 44 kali letusan dengan tinggi 100-600 meter, dan keluarnya asap hitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu tipis hingga tebal dengan tinggi 50-200 meter di atas puncak kawah.
Sementara frekuensi kegempaan (letusan) tercatat 253 kali dengan amplitudo 41-52 mm dan durasi 23-410 detik.
Tremor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 4-53 mm (dominan 45 mm).
Berdasarkan kondisi itu petugas menyimpulkan aktivitas Gunung Anak Krakatau masuk kategori Level II (Waspada), dan menyarankan warga dan wisatawan tidak mendekati area dalam radius dua kilometer dari kawah.
(ard)