"Lalu lintas di kawasan ini akan semakin lancar," katanya setelah meresmikan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, seperti yang dikutip dari Antara pada Sabtu (21/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan jalan dengan nilai kontrak Rp168,3 miliar itu diperkirakan akan mengurangi kemacetan sekitar 50 persen.
Senada dengan Sugiyartanto, Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan dibukanya jalan bawah tanah itu sekaligus menjawab kebutuhan transportasi yang tinggi di Pulau Dewata, mengingat daerah itu sebagian besar bertumpu pada sektor pariwisata.
Apalagi, kata dia, Bali kerap menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan berskala nasional dan internasional sehingga kelancaran lalu lintas merupakan bagian yang tidak terpisahkan.
"Kami betul-betul berharap dukungan kuat dari pemerintah pusat melalui Menko agar kami bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kualitas infrastruktur," katanya.
Jalan bawah tanah dengan arsitektur khas Bali itu sebelumnya telah melalui proses uji coba oleh Kepolisian Resor Kota Denpasar pada Senin (10/9) sebelum diresmikan.
Setelah prosesi peresmian, sejumlah pengendara kemudian menjajal jalan baru yang dikerjakan tiga kontraktor, yakni PT Adhi Karya, Nindya Karya dan Wira KSO.
Simpang Tugu Ngurah Rai sebelumnya menjadi salah satu penyumbang kemacetan lalu lintas karena merupakan titik temu akses Bandara Ngurah Rai, Tol Bali Mandara dan akses dari Denpasar menuju kawasan Nusa Dua dan sekitarnya.
(ard)