Sandiaga Disambut Demo Mahasiswa Saat Berkunjung ke Solo

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/09/2018 21:43 WIB
Sandiaga Disambut Demo Mahasiswa Saat Berkunjung ke Solo Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno hari ini bertandang ke Surakarta, Jawa Tengah, selepas pengundian nomor urut pemilihan presiden 2019 pada Jumat kemarin. Namun, saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu disambut unjuk rasa mahasiswa.

Sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (22/9), Sandiaga sebenarnya dijadwalkan mengisi kuliah umum tentang kewirausahaan di UMS. Namun, sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UMS datang ketika Sandiaga sedang berceramah di Gelanggang Olahraga UMS.

Mahasiswa sempat masuk di halaman GOR, tetapi diminta keluar oleh petugas keamanan kampus. Meski demikian, hal itu tidak menghentikan mahasiswa terus menyampaikan orasi di luar pagar GOR.


Salah satu mahasiswa, Abdulrahman mengatakan aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk penolakan politisasi kampus.


"Jika berhubungan dengan kepentingan 2019, kami menolak. Memang ketika kondisi seperti ini generasi milenial termasuk mahasiswa yang paling diunggulkan," katanya.

Meski demikian, menurut dia, datangnya Sandiaga Uno ke UMS justru berpotensi mencederai nama baik mahasiswa dan universitas.

"Dari manapun kami akan menolak keras. Hentikan politisasi di lingkungan kampus," kata mahasiswa Teknik Mesin UMS itu.

Mahasiswa lain yang juga mengikuti aksi demonstrasi Muhammad Ismail mengatakan bukan berarti aksi tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap capres lain, yakni Joko Widodo.

"Kami bukan berarti mendukung Joko Widodo. Yang pasti kami menolak politisasi kampus. Oleh karena itu, kami ingin kampus juga membuka ruang demokrasi seluas-luasnya. Kampus memiliki tugas independen yang tidak boleh dipolitisasi," kata mahasiswa jurusan teknik elektro itu.


Sementara itu, Rektor UMS Sofyan Anif mengklaim kedatangan Sandiaga Uno dan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan tidak berhubungan dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2019.

Sofyan mengatakan Sandiaga Uno diundang dalam kapasitasnya sebagai pengusaha muda dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Pak Sandi sudah kami undang sejak Juli 2018, pada saat itu masih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta dan jauh sebelum penetapan capres dan cawapres, tetapi baru bisa datang hari ini," katanya.

Sandiaga juga sempat bertandang ke pasar Kodipolo Solo, Laweyan. Bersama Zulkifli Hasan, Sandiaga sempat menjumpai salah satu penjual tahu dan tempe bernama Sutinah.

"Tadi setelah sarapan soto bersama pak Zul, kami langsung ke sini menjaring aspirasi. Ada salah seorang penjual tahu tempe ibu Sutinah menceritakan harga tidak bisa dikurangi karena khawatir masyarakat tidak ada yang membeli, akhirnya ia mengeluhkan keuntungan semakin menipis," kata Sandiaga.

Cawapres bernomor urut 02 tersebut menyampaikan pedagang pasar dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan menjadi perhatian khususnya dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan untuk menggerakkan roda perekonomian.

Sandiaga berharap kebijakan pemerintah ke depan akan semakin ramah terhadap UMKM, karena sektor inilah yang baginya menjadi denyut nadi perekonomian di akar rumput.


"Saya juga mendapatkan aspirasi dari ibu Sutinah agar jangan terlalu dinaikkan harga barang-barang khususnya kebutuhan harga pokok. Karena pelanggan bisa hilang. Apalagi ia mengaku saat ini penjualan yang diperolehnya agak sedikit," kata Sandiaga. (antara/ayp)