Terkini, pada pagi akhir pekan ini, KPU merencanakan menggelar deklarasi kampanye damai bersama seluruh peserta pemilu dan pilpres. Proses kampanye sendiri memang dibuka mulai hari ini, Minggu (23/9).
Komisioner KPU RI, Hasyim Asy'ari mengatakan deklarasi kampanye damai itu direncanakan digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasyim Asy'ari. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Disebutkan dalam rencana susunan acara, pembacaan doa itu akan dipimpin Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. Setelah itu ada sambutan dari KPU sebelum akhirnya para peserta pemilu membacakan ikrar serta menandatangani deklarasi kampanye damai.
Pada 21 September lalu, saat hari pengundian nomor urut calon presiden-wakil presiden, Ketua KPU Arief Budiman mengimbau seluruh peserta pemilu 2019 tidak melakukan hal apapun yang dilarang dalam berkampanye.
"Kampanyelah dengan damai. Kampanye dengan aman, jangan saling menghujat dan jangan saling menghina, tapi tampilkan program visi misi anda untuk mendapatkan keyakinan masyarakat akan memilih anda," kata Arief di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9).
Arief mengatakan subtansi dari kampanye adalah meraih dukungan. Namun itu diraih dengan cara mensosialisasikan berbagai janji politik yang akan direalisasikan ketika terpilih nantinya.
Oleh karena itu, sedianya para peserta pemilu 2019 menyampaikan kepada masyarakat mengenai visi dan misi untuk memenangi kontestasi demokrasi ini.
Pemilu 2019 bakal diikuti 16 partai di tingkat nasional, dan empat partai di tingkat daerah yaitu di Aceh. Sementara itu, untuk Pilpres 2019 diikuti dua pasang calon presiden-wakil presiden yakni Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Hasyim Asy'ari. (CNN Indonesia/Hesti Rika)