Antoni menduga besaran dana Rp2 miliar itu bukan karena pasangan tersebut tidak memiliki modal, melainkan dicocokkan dengan nomor urut.
"Publik wajar bertanya-tanya kenapa hanya Rp2 miliar? Apa sekedar dicocok-cocokan dengan nomor urut mereka nomor 2?," ujar Antoni dalam pesan singkat, Senin (24/9).
Lihat juga:Sunny Eks Staf Ahok Jabat Dewan Pembina PSI |
Antoni menuturkan alasannya tidak yakin dengan jumlah dana tersebut karena menilai Prabowo dan Sandiaga merupakan sosok yang memiliki harta melimpah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Wakil Sekretaris TKN Joko Widodo-Maruf Amin ini menyebut harta pasangan calon tersebut meningkat signifikan dalam kurun beberapa tahun belakangan meski sering bicara kemiskinan saat dihadapan publik.
Sandiaga Uno melaporkan dana kampanye awal Pilpres 2019 ke KPU, Minggu (23/9). (CNN Indonesia/Tiara Sutari) |
Di sisi lain, ia memaklumi publik mempertanyakan besaran dana awal kampanye Prabowo-Sandiaga yang hanya Rp2 miliar. Ia pun turut mempertanyakan di mana pasangan tersebut menyimpan dana untuk kampanye.
"Dana lain mereka simpan di mana? Disimpan di dalam kardus-kardus lain seperti yang pernah disangkakan (Wasekjen Demokrat) Andi Arief?," ujar Antoni.
Sebelumnya, Prabowo-Sandiaga telah membuka Rekening Khusus Dana Kampanye, dengan saldo awal per 23 September 2018 sebesar Rp2 miliar dengan perincian Rp1 miliar sumbangan dari Prabowo, dan Rp1 miliar sumbangan dari Sandi.
Sandi mengatakan dana kampanye tersebut nantinya bisa bertambah sesuai dengan kebutuhan. Dia juga terbuka pada pihak korporasi yang ingin menyumbangkan dana untuk kampanye pasangan tersebut.
Meski begitu Sandi mengklaim hingga saat ini tak berharap pada partai kaolisi untuk memberi sumbangan. Dia memaklumi kebutuhan setiap partai saat ini cukup besar untuk menghadapi pileg 2019 mendatang. (jps/gil)
Sandiaga Uno melaporkan dana kampanye awal Pilpres 2019 ke KPU, Minggu (23/9). (CNN Indonesia/Tiara Sutari)