Menurutnya, kelompok relawan tersebut sudah melewati proses verifikasi di TKN Jokowi-Ma'ruf.
"Sampai dengan kemarin sudah terverifikasi sebesar 420 kelompok relawan. Mereka mendaftar lalu diverifikasi," ujar Arsul di Rumah Cemara, Jakarta, Senin (24/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Arsul mengklaim jumlah relawan akan bertambah saat masa kampanye berlangsung. Sebab, hingga saat ini TKN Jokowi-Ma'ruf masih melakukan verifikasi terhadap puluhan kelompok relawan yang mendaftar.
Jokowi-Maruf resmi terdaftar sebagai pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2019. Pasangan tersebut akan bersaing dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk memperebutkan kursi presiden periode 2019-2024.
Lihat juga:Projo soal Aksi Walkout SBY: Jangan Lebay |
Relawan dapat melaksanakan kampanye, namun harus didaftarkan terlebih dahulu ke KPU.
Sejumlah relawan Jokowi-Ma'ruf juga telah mendeklarasikan dukungan, diantaranya Golkar-Jokowi (Gojo), Relawan Jokowi (Rejo), dan ada relawan pendukung Jokowi sejak 2014 seperti ProJo, dan Bara JP.
Relawan Projo dan GoJo, sempat memicu perhatian masyarakat pada pelaksanaan deklarasi kampanye damai di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (23/7).
Tindakan relawan Projo yang berteriak-teriak dan mengibarkan bendera besar dituding memicu aksi walkout Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun Ketua umum Projo, Budi Arie Setiadi membantah tudingan tersebut.
Menurutnya, relawan Projo tak memprovokasi SBY dan hanya bernyanyi di dekat rombongan SBY.