Diketahui, baik pasangan nomor urut 1 Joko Widodo-Ma'ruf Amin maupun pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto sudah menyerahkan visi misi mereka pada saat hari pendaftaran capres cawapres pada 10 Agustus 2018 lalu.
Ketua KPU Arief Budiman mengatakan masyarakat akan bingung apabila kedua pasangan calon menyerahkan revisi visi misi pada masa debat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati begitu, Arief menyebutkan, KPU tidak melarang pasangan capres cawapres untuk merevisi visi misinya pada saat masa debat capres cawapres berlangsung. Namun apabila hal itu dilakukan masyarakat tidak akan mendapat intisari dari visi misi pasangan calon.
Lebih lanjut, Arief mengatakan debat capres cawapres bakal diselenggarakan pada awal tahun 2019 mendatang. Hal ini bertujuan agar masa debat berdekatan dengan waktu pemungutan suara, sehingga pemilih tidak lupa dengan visi misi dan janji dari para paslon.
Debat sendiri, lanjut Arief, bakal dilaksanakan sebanyak lima kali dalam rentang waktu empat bulan. Sementara itu Komisioner KPU Hasyim Ashari menambahkan debat capres cawapres bakal terbagi dalam tiga bagian.
"Pertama, debat capres dua kali, lalu debat cawapres satu kali, dan debat pasangan capres dan cawapres sebanyak dua kali," terang Hasyim. (osc/sah)