Djarot mengklaim bekas bosnya di DKI Jakarta itu tidak punya masalah maupun sentimen dengan calon wakil presiden nomor urut 1 tersebut.
"Saya sudah komunikasi dengan Pak Ahok, dan dia bilang tidak ada masalah," kata Djarot kepada CNNIndonesia.com, Selasa (25/9) melalui pesan tertulis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot mengungkapkan rencananya Ahok bertemu dengan Ma'ruf setelah menyelesaikan masa tahanannya. Ahok diketahui tengah menjalani hukuman sebagai penista agama selama 2 tahun penjara sejak 9 Mei 2017.
Djarot menjelaskan dalam berbangsa dan bernegara hendaknya warga negara mengedepankan kesatuan dan persatuan. Meski diketahui Ahok-Ma'ruf pernah berada dalam kondisi tidak baik. Ma'ruf pernah menjadi saksi yang memberatkan kasus Ahok saat sidang penistaan agama pada akhir tahun 2016 lalu.
"Dalam politik kebangsaan yang dikedepankan harus persatuan nasional," ujar Djarot.
Djarto menekankan Ahok memahami betul alasan Joko Widodo memilih Ma'ruf menjadi wakilnya. Lagi-lagi, Djarot mengklaim Ahok menerima hal tersebut.
"Benar, pak Ahok bisa memahami pilihan pak Jokowi untuk cawapresnya dan tetap mendukung pilihan beliau," kata mantan Waki Gubernur DKI Jakarta ini.
Sebelumnya, Fifi menyindir Ma'ruf lantaran banyak pihak yang bertanya terkait sikap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu yang berniat merangkul pendukung Ahok di pemilihan presiden (pilpres) 2019.
"Saya jujur saja heran ya langit dan lautan begitu luasnya kenapa juga ya mesti ke Ahokers? Trus Ahokers kan banyak ini yg mana ya atas nama Ahokers? Hahahahaha aja deh," tulisnya lewat akun instagram pribadi fifiletytjahjapurnama, Selasa (25/9).