"Demokrat akan tetap menandatangani. Dalam waktu dekat," kata Andi kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/9), tanpa menyebut kepastian waktunya.
Diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dan keluarganya keburu balik kanan sebelum gelaran kampanye damai tuntas. Ia disebut melakukan walkout karena tak terima dengan provokasi pendukung Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, sedianya seluruh pimpinan partai politik peserta pemilu ikut serta menandatangani deklarasi itu.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri deklarasi kampanye damai, di Monas, Jakarta (23/9). (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Kejadian hari minggu sebagai masukan untuk semua, termasuk KPU. Itu pesan yang Partai Demokrat bawa atas aksi walkout. Sekecil apapun kemungkinan pelanggaran harus diantisipasi," kata dia.
Sementara itu, Anggota KPU RI Hasyim Asy'ari mengatakan bahwa pihaknya tak mempersoalkan keputusan SBY yang tidak menandatangani prasasti deklarasi kampanye damai itu.
"Tidak ada [sanksi]. Ini kan kesepakatan bersama," ujar Hasyim di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat.
Namun demikian, Hasyim mengaku masih membuka diri jika Partai Demokrat hendak menandatangani komitmen kampanye damai pemilu 2019 itu.
Lihat juga:AHY Sebut SBY Walkout adalah Hak Demokratis |
(fhr/arh)
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghadiri deklarasi kampanye damai, di Monas, Jakarta (23/9). (