Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan hasil survei dari Lembaga Survei Independen (LSI) Denny JA, yang memprediksi Gerindra bakal menempati posisi kedua di Pemilu 2019 mendatang.
Menanggapi hasil itu, Ketua DPP Partai Gerindra Riza Patria mengaku bersyukur. Menurut dia hasil tersebut menjadi pemicu bagi partainya supaya semakin giat bekerja mendulang suara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat hal itu, Riza mengatakan partainya mengincar posisi kedua atau runner up di Pemilu 2019. Kendati begitu, menurut dia, merebut posisi kedua dari Golkar bukanlah pekerjaan mudah.
Riza juga mengaku partainya sebenarnya mengincar posisi pemenang Pemilu 2019. Hanya saja, lanjut Riza, PDIP tidak mudah untuk ditaklukkan. Apalagi, perolehan suaranya dua kali lipat dari partainya.
"Tapi targetnya ranking satu sekali pun PDIP tidak mudah dikalahkan, syukur-syukur ada keberkahan jadi ranking satu," ujarnya.
Riza mengatakan, gelaran Pemilu serentak ini bakal menguntungkan partai-partai lama seperti halnya PDIP dan Golkar karena sudah berpengalaman dan memiliki Caleg yang berkualitas.
"Karena Pileg dan Pilpres beda ini serentak. Kalau serentak memang partai yang eksis lama lebih diuntungkan, PDIP Golkar kalau bersamaan karena PDIP dan Golkar memiliki kualifikasi tertentu dan punya caleg yang luar biasa," terangnya.
Survei itu digelar Indikator pada 1 hingga 6 September, dengan jumlah sampel 1.220 orang dengan kondisi demografi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.