Gus Ipul yang turut hadir dalam pertemuan tertutup itu mengatakan pertemuan sudah direncanakan sejak jauh hari. Pertemuan tersebut merupakan silaturahmi lanjutan setelah Jokowi berkunjung ke Jawa Timur pada Mei 2018.
"Tepatnya setelah ada acara di Pondok Pesantren Bayt Al Hikmah di Pasuruan. Pondok ini jadi tuan rumah pertemuan para pengusaha muda santri Mei lalu," tutur Gus Ipul di Surabaya, Kamis (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lainnya adalah Pj Rois Aam Syuriyah PBNU KH Miftahul Achyar, KH Mutawakkil Alallah, KH Dr Ahmad Fahrur Rozi, dan KH Athoillah Anwar. Di Bayt Al Hikmah, Presiden Jokowi hadir memberikan arahan dan amanatnya terkait pengembangan usaha di lingkungan pesantren.
Seiring perkembangannya, kata Gus Ipul, program usaha di lingkungan pesantren ini berjalan, meski ada beberapa persoalan. Dalam beberapa hal, katanya, kegiatan-kegiatan dari program tersebut malah mengalami hambatan karena berbagai sebab.
Materi yang dilaporkan para kiai kepada presiden, kata Gus Ipul, antara lain terkait kurang memadainya SDM, hal-hal terkait pembiayaan serta lain-lain yang dianggap bisa membantu berjalannya program ini. "Hambatan-hambatan itu yang dilaporkan para kiai ke beliau," kata Gus Ipul.
Para kiai, lanjut Gus Ipul, berharap agar agenda serta program pengembangan usaha di lingkungan pesantren ini dapat dukungan presiden. "Itu yang tadi dibicarakan. Lainnya soal perlunya terus menjaga kerukunan antarumat, utamanya di tahun politik ini," tambah Gus Ipul. (dik/gil)