Ia menilai bahwa program Revolusi Mental Jokowi di periode pertama tak berjalan dengan baik sehingga perlu ada tambahan kata 'revitalisasi' dalam program tersebut.
"Ya, kan ada sebagian mengatakan bahwa memang kan Revolusi Mental itu memerlukan dua periode, padahal dulu waktu kampanye [Pilpres 2014] enggak ngomong begitu," kata politisi yang akrab disapa HNW itu saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai tindakan itu justru sebagai pengakuan langsung dari kubu Jokowi-Ma'ruf bahwa program Revolusi Mental jilid I tak berlangsung sukses.
Salah satu acara bertajuk Revolusi Mental, di Kementerian Sosial, Jakarta, 2015. (CNN Indonesia/Yohannie Linggasari) |
Sebab, kata dia, salah satu indikator keberhasilan Revolusi Mental adalah sosok pemimpin yang dapat memenuhi janji-janjinya kepada masyarakat.
"Kan revolusi mental di antaranya pasti untuk menghadirkan bangsa Indonesia yang memenuhi janji," kata dia.
Diketahui, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin mengeluarkan program yang bernama Revitalisasi Revolusi Mental.
Berdasarkan dokumen Visi dan Misi pasangan Jokowi-Ma'ruf yang dibaca CNNIndonesia.com pada Kamis (27/9), penjabaran program itu termaktub pada halaman 20 dengan bunyi sebagai berikut:
Paslon capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Program itu secara spesifik menyasar ke tiga bidang utama, yakni bidang pendidikan, tata kelola pemerintahan, dan budaya.
(rzr/arh)
Salah satu acara bertajuk Revolusi Mental, di Kementerian Sosial, Jakarta, 2015. (
Paslon capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9). (