Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Baiq Hasnayati mengatakan sebanyak 1.077 kepala keluarga (KK) tersebut, diminta membuka rekening di BNI sebagai bank yang ditunjuk pemerintah untuk pendistribusian Jadup.
"Saat ini kami sedang menyosialisasikan kepada calon penerima Jadup untuk segera membuka rekening bank," katanya, Jumat (28/9) di Mataram seperti dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sisanya sekitar 500 KK lebih, akan diusulkan tahap berikutnya, sambil dilakukan verifikasi lebih akurat lagi," katanya .
"Jadi kita ikuti saja tahapannya, meskipun sampai sekarang kita belum tahu kapan Jadup akan mulai dicairkan," katanya.
Dalam ketentuannya, Hasnayati menjelaskan jadup diberikan per jiwa bukan per KK. Satu jiwa atau satu kepala mendapatkan Jadup sebesar Rp10 ribu selama tiga bulan.
"Jadi apabila pada satu KK terdapat lima jiwa, maka dalam sehari mereka mendapatkan Rp50 ribu selama tiga bulan," katanya.
Namun demikian, pihaknya belum mengetahui pasti kapan pencairannya dan bagaimana sistem pencairan pemberian Jadup tersebut apakah itu dicairkan per hari, per minggu atau per bulan.
"Yang pasti, pendistribusian dana Jadup melalui rekening bank masing-masing calon penerima tanpa ada campur tangan pemerintah kota," katanya. (antara/kid)