Selain itu, pihaknya juga mendapat tambahan bandwith untuk mengakses situs Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri sebanyak lima kali lipat.
Hal itu menanggapi keluhan pelamar CPNS yang kesulitan mengakses ke situs tersebut. Diketahui, ada dua jaringan yang digunakan dalam pendaftaran CPNS. Yakni, SSCN serta Dukcapil. Yang terakhir digunakan untuk pembuatan akun karena membutuhkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui kerap ada kemacetan atau bottleneck saat pelamar hendak membuat akun SSCN sebagai syarat mendaftar sebagai CPNS. Saat membuat akun, server BKN terhubung langsung dengan server Dukcapil. Sementara, situs DUkcapil juga melayani permintaan data dari sektor-sektor lain, misalnya perbankan.
Dukcapil sendiri memberikan kuota sekitar 1 juta pembuatan akun untuk pelamar CPNS di situs SSCN setiap hari. Namun BKN mengatakan kuota itu bersifat fleksibel utamanya jika jumlah pelamar membludak.
Artinya, dalam 15 hari kalender kerja mulai 26 September hingga 10 Oktober 2018 periode pendaftaran CPNS, Dukcapil bisa memberikan 15 juta data penduduk pada situs SSCN. Sedangkan, perkiraan pelamar tahun ini sekitar 5 juta orang yang akan ikut seleksi Computer Assisted Testimoni (CAT).
Pendaftaran CPNS 2018 di situs https://sscn.bkn.go.id sudah resmi dibuka dan sudah dapat diakses sejak Rabu (26/9) pukul 00.01 WIB. Namun, banyak pelamar yang mengeluhkan akses ke situs sangat lambat. Bahkan ada beberapa pelamar yang mendatangi kantor BKN untuk meminta bantuan dan solusi terkait masalah pendaftaran CPNS 2018. (kst/arh)