Pimpinan PT Telkom Gorontalo, Hans Lamusu, lewat pesan singkat, dikutip dari Antara, mengakui bahwa gempa itu membuat black out jaringan komunikasi.
Pihak PT Telkom juga belum menginformasikan soal perbaikannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baru kembali dari Palu siang tadi, staf masih ada ada di sana [Palu], tapi sampai sekarang belum bisa dihubungi," aku dia.
"Kami juga belum bisa menghubungi keluarga kami di Palu. Semua jaringan telekomunikasi putus," kata Budi Muda, salah satu warga Kota Gorontalo.
Selain jaringan komunikasi, jalur transportasi udara ke Palu, Sulteng, terputus. Hal itu terjadi setelah AirNav Indonesia memutuskan menutup bandara SIS Al Jufri, Palu, ditutup sementara.
"Bandara SIS Al Jufri Palu ditutup dari 28 September 2018 pukul 19.26 WITA sampai dengan estimasi 29 September 2018 pukul 19.20 WITA karena terdampak gempa bumi," katanya.
(arh/ayp)