Sebelum masjid dibongkar, warga sempat melakukan salat Jumat terakhir, yang kemudian dilanjutkan dengan doa dan makan tumpeng bersama antara warga dengan pihak pengelola proyek PT. Jasa Marga Semarang-Batang.
Proses pembongkaran diawali dengan pencopotan sejumlah ornamen Masjid termasuk kubah yang ada di bagian atap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masjid Baitul Mustaghfirin berdiri di atas tanah wakaf sehingga penggantiannya tidak ada transaksi jual-beli maupun ganti-rugi. Semua dilakukan atas dasar keputusan kesepakatan bersama antara warga dengan pengelola proyek. Kami sama-sama menghormati dan menghargai", ujar Takmir Masjid Baitul Mustaghfirin Ruswanto .
"Total lahan tanah wakaf di ruas Tol Semarang-Batang ada 34 titik. Kalau dengan Masjid Baitul Mustaghfirin ini berarti yang sudah kita selesaikan 33 titik. Satu titik lagi tak jauh dari sini dan akan kita selesaikan akhir Oktober," kata Hadi.
Saat ini, proyek pengerjaan tol Semarang-Batang sepanjang 75 kilometer tersebut sudah mencapai 88%, dan direncanakan akan rampung pada akhir tahun 2018.