Ketakutan warga dimulai saat tersebar isu yang mengatakan kawasan Toli-Toli diterjang tsunami, sekitar pukul 19.30 WITA.
Gempa susulan yang terjadi pada pukul 18.00 WITA, membuat warga memutuskan mencari tempat lebih aman. Puncak keramaian pun tak terelakkan, sekitar pukul 21.30 WITA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak warga yang mengungsi, bahkan seorang ibu hamil yang baru melahirkan juga ikut diungsikan di kawasan kantor bupati," ujar Rama.
Ruas jalan dan halaman kantor bupati pun dipenuhi sampah air mineral kemasan.
Hingga saat ini, belum ada pejabat setempat yang bisa dihubungi karena libur akhir minggu, ditambah jaringan telekomunikasi yang masih terputus.
Mengungsi ke Bandara
Kepala Biro Antara Sulawesi Tengah, Rolex Malaha, melaporkan bahwa ratusan warga Kota Palu juga mengungsi ke kawasan parkir di halaman depan bandara.
Para pengungsi memarkirkan kendaraan di sana dan duduk-duduk di bawah pepohonan di sekitar bandara.
Petugas Aviation Security mengatakan, menara pemantau patah.
Kondisi landasan pacu bandara belum bisa dikonfirmasi, sementara helikopter TNI terlihat mendarat pagi ini, Sabtu (29/9). (rea/rea)