Tim Aju diterjunkan bersama Tim Batalyon Kesehatan (yonkes) TNI, Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin, dan tim Siaga Bencana Makassar melalui jalur darat hingga udara.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar IDI Mohamad Adib Khumaidi mengatakan tim gabungan medis ini akan segera melakukan Rapid Health Assesment atau penilaian kesehatan cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kronologi Gempa Donggala dan Tsunami Palu |
Keberangkatan tim medis pun dibagi melalui jalur darat, laut, dan udara. Untuk jalur udara tim medis akan dipimpin oleh Prof Dr Idrus Patarosi dan Dr M Sakti.
Tim medis via udara akan dikirimkan melalui Mamuju dan dilanjutkan via darat ke Palu. Selain melalui udara, tim kesehatan juga telah disiagakan dari Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara dan sekitar wilayah Sulawesi Tenggara jalur darat.
Untuk tim laut yang dipimpin oleh Agus Hariyanto dan Christiyogo akan diberangkatkan dengan RS Kapal Terapung Ksatria Airlangga.
"Tim sedang menempuh jalur laut dari wilayah Banda Naira menuju Donggala. RS Terapung Ksatria Airlangga juga menyiapkan fasilitas kamar operasi darurat serta membawa bantuan medis," kata Adib.
BNPB juga menyatakan ada sejumlah kebutuhan mendesak yang dibutuhkan di lokasi tersebut. Kebutuhan mendesak itu diantaranya perbaikan listrik, perbaikan jalur komunikasi, permakanan yaitu makanan siap saji, makanan bayi, dan makanan anak, juga evakuasi dan SAR, tenda, terpal selimut, veltbed, kemudian rumah sakit lapangan, tenaga medis, obat-obatan, air bersih, serta hunian sementara. (gst/osc)