Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, data itu masih memungkinkan bakal bertambah. Mengingat saat ini masih banyak warga yang selamat namun kemungkinan kehilangan tempat tinggal.
"Pengungsi 16.732 jiwa di Kota Palu, tersebar di 24 titik. Saat ini, data akan bertambah, mengingat jutaan warga ada di sana," ujar Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (29/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih banyak kekurangan dan kita imbau masyarakat bersabar, pasti pemerintah berikan bantuan untuk pengungsi, baik korban bencana Palu atau pun Lombok," kata dia.
Hingga Sabtu (29/9) pukul 13.00 WIB, BNPB mencatat sebanyak 384 orang meninggal dunia. Seluruh jenazah tersebar di sejumlah rumah sakit.
Rinciannya di 10 jenazah di RS. Wirabuana Palu, 50 jenazah RS. Masjid Raya, 161 jenazah di RS. Bhayangkara, 20 jenazah di RS Pantoloan Induk, 2 jenazah di RS Kayumalue Pajeko, 141 jenazah di RS. Undata Mamboro Palu.
Lihat juga:Riwayat Gempa Besar yang Menghantam Sulteng |
Sementara itu, 29 orang masih dinyatakan hilang. Mereka merupakan warga Kelurahan Pantoloan Induk, Kota Palu. (osc/fhr)