Selain mengalami luka fisik, korban gempa dan tsunami diketahui juga menderita trauma sehingga menolat mendapat perawatan di dalam gedung rumah sakit.
"Sementara korban jiwa terhitung di RS Undata Palu sekitar 140 orang. Akses darat dari Poso ke Palu terputus, namun di Poso tidak ada kerusakan berarti, dan tidak ada korban, hanya saja pasien takut di rawat dalam gedung RS, jadi dirawat di tenda yang dibangun di lapangan," kata Widyawati Kepala Biro Komunikasi Kemenkes melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (30/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedikitnya ada sembilan tenaga Kesehatan dari RSUP Kandouw yang telah berangkat melalui udara ke Gorontalo pada Sabtu sore. Para tenaga kesehatan ini kemudian melanjutkan perjalanan melalui darat untuk tiba di Palu.
Terkait obat-obatan, Kemenkes pun disebut telah melakukan koordinasi dengan kabupaten terdekat seperti Kabupaten Luwuk Timur yang tidak terkena dampak dari bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9), mereka disebut telah siap menyediakan obat yang dibutuhkan.
"Saat ini ketersediaan obat di lokasi bencana masih mencukupi," kata Widyawati
Sejak Sabtu pagi ini tim Rapid Health Assessment, Pusat Krisis Kesehatan, Kemenkes disebut telah bergerak menujuk Sulawesi Tengah. Namun, akibat kerusakan gempa dan tsunami menyebabkan komunikasi dan transportasi terkendala dan tim mengalami kesulitan tiba di lokasi dengan cepat. (tst/evn)