Liquefaction sendiri merupakan fenomena likuifaksi tanah yang kaku kemudian berubah menjadi gembur sehingga muncul ke permukaan dalam bentuk lumpur akibat tekanan gempa.
Fenomena ini kata Sutopo muncul di kawasan Sigi, Jalan Dewi Sartika Palu Selatan, Petobo, Biromaru hingga Didera.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fenomena ini memang membuat bangunan rubuh hingga hanyut, memang fenomena ini adalah sesuatu yang alamiah terjadi pascagempa," katanya.
[Gambas:Youtube]
Sebelumnya memang sempat beredar sebuah video hanyutnya bangunan, pohon, hingga tower BTS di daerah Palu Selatan usai terjadi gempa dan tsunami. Namun, pergerakan bangunan-bangunan itu bukan terjadi lantaran air gelombang tsunami, melainkan terbawa arus lumpur yang bergerak.
Korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah saat ini mencapai 832 orang. Untuk sementara korban tewas terbanyak di Palu yakni 821 orang. Sementara di Donggala 11 orang.
Sutopo mengatakan, jumlah korban ini diterima dari petugas di lapangan meski jaringan komunikasi belum sepenuhnya pulih.
Korban tewas yang ditemukan dimakamkan secara massal karena pertimbangan kesehatan. Mereka yang dimakamkan setelah bisa diidentifikasi.
(tst/eks)