Pengumuman itu berdasarkan data pada Senin (1/10), pukul 05.00 WIB. Rumah Sakit Undata Palu juga menampung korban meninggal terbanyak yakni 201 orang.
ACT juga mencatat 540 orang terluka. Korban luka tersebar di berbagai titik, tetapi yang paling besar dirawat di RS Wirabuana sebanyak 184 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, mereka mencatat sebanyak 46 orang hilang. ACT menyatakan jumlah pengungsi di Kota Palu diperkirakan mencapai 16.732 jiwa dan tersebar di 123 titik menurut data per 30 September.
Selain itu, pengungsi juga membutuhkan bahan makanan, air bersih dan minum, makanan bayi, dapur umum, obat-obatan dan lainnya. Korban meninggal juga membutuhkan kantong jenazah dan kain kafan.
Data ACT ini menampilkan jumlah korban yang lebih besar dari data yang dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) pada Minggu (30/9) kemarin. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwonugroho, menyatakan bahwa jumlah korban tewas kemarin sebanyak 832 orang.
Sementara korban luka ratusan orang dan pengungsi mencapai belasan ribu orang. Dalam keterangan terakhir, BNPB menyebut korban luka 540 orang dan pengungsi 17 ribu orang.