"Ya transportasi sedang diperbaiki kan karena airport dan pelabuhan rusak. Jadi kita gunakan helikopter ini untuk bawa bantuan dan angkut korban yang butuh bantuan medis," katanya.
Dua unit helikopter itu adalah tipe Bolcow BO-105. Armada ini akan berangkat dari Hanggar Bukit Baruga, Makassar, Senin (1/10). Heli ini juga disebut sudah digubakan pada gempa Mentawai 2010 untuk menyalurkan bantuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah ada pengiriman air, obat-obatan, dokter, dan bahan lain yang dibutuhkan," ujar dia.
Armada PMI di Palu, Sulteng. (Dok. PMI) |
Grup bisnis JK, Kalla Group, juga telah diminta menyiapkan bantuan angkatan laut berupa kapal Roro yang melayani rute Jakarta-Makassar.
Bagi lembaga donor atau perorangan yang akan mengirim bantuan ke Palu, kata dia, dapat menggunakan jasa angkutan tersebut. Hanya saja mereka harus mencari angkutan darat sendiri untuk menuju Palu.
"Selimut sama tenda udah abis, kemarin masih ada," kata Rahmat Aziz, warga Palu, di Korem, Senin (1/10).
Padahal, kata Rahmat selimut dan tenda sangat diperlukan oleh masyarakat. Pasalnya, setelah setelah peristiwa gempa dan tsunami pada Jumat (28/9) lalu hampir setiap malam turun hujan.
Petugas Basarnas membawa korban selamat gempa dan tsunami yang terjebak di dalam restoran Dunia Baru, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) |
Hal senada juga disampaikan oleh Lila. Ia mengungkapkan saat ini dirinya juga membutuhkan bantuan seperti susu bayi dan popok.
Namun, bantuan yang saat ini masih tersedia di posko korem hanya tinggal bantuan logistik makanan saja.
"Tinggal makanan aja yang di sini, yang lainnya udah enggak ada," ujar Lila.
(arh/sur)
Armada PMI di Palu, Sulteng. (
Petugas Basarnas membawa korban selamat gempa dan tsunami yang terjebak di dalam restoran Dunia Baru, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9). (