Meski tidak optimal, aparatur pemerintahan Pemprov Sulteng menurutnya berupaya menjalankan fungsinya. "Fungsi-fungsi pelayanan tetap berjalan walaupun belum optimal," kata Akmal saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Eko Subowo mengatakan hal serupa. Bahkan, dia mengklaim Gubernur Sulteng masih mengkoordinasikan langkah-langkah penanganan pascabencana.
"Gubernur mengkoordinasikan langsung kegiatan OPD dari tenda-tenda posko pemprov di halaman rumah jabatan gubernur di Jalan Mohammad Yamin," ucap Eko.
Eko mengatakan hal itu dipilih Gubernur Sulteng lantaran di rumah jabatan lebih aman dibandingkan di Kantor Pemerintahan Sulteng. Dia memastikan listrik dan saluran komunikasi di rumah dinas gubernur masih berfungsi. "Sementara di kantor gubernur hanya ada tugas piket," kata Eko.
Eko menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Palu juga masih mampu menjalankan fungsinya. Dia melihatan kantor pemerintahan Kota Palu sangat sibuk. "Karena di halaman ada posko pemkot dan posko penampungan pengungsi," ucap Eko.
Namun, ada kabar kurang mengenakkan dari pemerintah Kabupaten Donggala. Eko mengatakan hingga saat ini masih belum bisa berkomunikasi dengan Pemkab Donggala pascabencana. Dia tidak bisa memastikan apakah Pemkab Donggala menjalankan fungsi pelayanan publik atau tidak. "Donggala belum ada kontak," ujarnya.
Sementara mengenai langkah-langkah penanganan pascabencana, Eko mengatakan saat ini Korem setempat yang memegang komando. Bukan Pemkab Donggala. "Sementar ditarik koordinasi ke Satgas yang dikoordinasikan Komandan Korem," kata Eko.
(bmw/dea)