Salah satunya adalah kabar soal aksi Front Pembela Islam (FPI) yang turut membantu ke lapangan.
"Hoaks Gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7,7," kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Faktanya bendungan Bili-bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa," kata Ferdinandus.
"Faktanya Wali Kota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap darurat gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah," ujar Ferdinandus.
Keempat, soal prediksi gempa susulan tanggal 2 Oktober. "Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia ini dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti," imbuhnya.
"Faktanya Pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat," ujar dia.
"Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makasar," lanjutnya.
Juru Bicara FPI Slamet Maarif. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Dihubungi terpisah, Juru Bicara FPI Slamet Ma'arif membantah bahwa gerak cepat FPI membantu korban gempa adalah hoax. Slamet menegaskan pihaknya sudah sampai di lokasi bencana sejak hari pertama bencana, Jumat (28/9). Selanjutnya, masih ada tim dari FPI yang masih dalam perjalanan ke Palu.
"Tim yang dari pusat sebagian sudah masuk. Sebagian lagi masih di perbatasan untuk masuk, FPI Makassar juga sedang berusaha masuk," kata Ma'arif saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Selasa (2/10).
Lihat juga:Hoaks Banyak Tersebar Lewat Facebook |
"Ada 500 orang juga yang kita siapkan dari beberapa wilayah untuk turun ke lapangan," jelas dia.
Beredar di media sosial akun Twitter Lembaga Informasi Front, @LembagaF dan Intelijen FPI, @Intel_FPI membagikan informasi bahwa FPI turut membantu korban di Palu.
Catatan redaksi: Judul berita diubah dari semula "Kominfo Sebut Gerak Cepat FPI Bantu Gempa Palu Cuma Hoaks" pada pukul 12.43 WIB untuk menghindari kesalahpahaman.
(arh/ctr/arh)
Juru Bicara FPI Slamet Maarif. (