"Beliau cerita diancam untuk tidak bercerita. Beliau ini seorang emak-emak, seorang nenek-nenek. Ini hal yang sangat biadab yang dilakukan terhadap ibu-ibu," ujarnya, di kawasan Thamrin City, Jakarta, Selasa (2/10).
Menurutnya, Ratna mengalami trauma dan ketakutan yang cukup luar biasa setelah mengalami insiden itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi sendiri mengaku telah mendengar keadaan Ratna itu sejak tadi malam. Dia mendapat info tersebut langsung dari Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat bertemu dengannya.
Lebih lanjut, mantan Wakil Gubernur DKI itu meminta agar masyarakat ikut membantu Ratna menyelesaikan kasus pengeroyokan yang dialami.
"Saya lihat beliau ini patriot, punya visi untuk Indonesia ke depan, tapi jalan yang ditempuh mungkin enggak sesuai dengan beberapa kelompok masyarakat, beberapa golongan," katanya.
(tst/arh)