Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nanik Deyang menceritakan kembali apa yang diungkapkan Ratna kepada Prabowo dalam pertemuan itu.
Merujuk dari pengakuan Ratna, Nanik mengatakan aktivis gerakan #2019GantiPresiden itu dianiaya oleh tiga orang. Peristiwa terjadi 21 September lalu di sekitar Bandara Husein Saatranegara, Bandung, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya," ungkap Nanik.
Tak lama setelah itu, Ratna yang masih sedikit sadar dibantu masuk ke dalam mobil oleh sopir taksi.
"Oleh sopir taksi, Mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi," kata Nanik.
Ratna lalu mencoba mencari kendaraan untuk bergegas menuju rumah sakit.
Dia juga mencoba menghubungi temannya, seorang dokter bedah. Setelah itu, Ratna mendapat perawatan. Namun dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, tidak dijelaskan nama rumah sakit atau lokasi Ratna dirawat.
"Mbak Ratna malam itu juga langsung balik ke Jakarta," ungkap Nanik.
"Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Fadli Zon ke rumahnya, dan baru semalam Fadli Zon melaporkan ke Pak Prabowo, dan hari ini di suatu tempat menemui Pak Prabowo," ujar Naniek.
Ratna adalah seniman yang dikenal vokal terhadap pemerintahan Joko Widodo. Saat ini dia tergabung dalam BPN Prabowo-Sandi dan dikenal getol mendukung gerakan #2019GantiPresiden.
Sejumlah politikus dari partai oposisi pun bereaksi. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menduga penganiayaan tersebut sebagai upaya untuk membungkam Ratna dalam berpendapat.
"Saya agak bisa mengambil kesimpulan, ini upaya untuk membungkam seorang Ratna Sarumpaet. Dan kami bisa pastikan, Kak Ratna dan kami semua insyaallah akan melawan," ujar Mardani di Gedung DPR, Jakarta.
"Dari jajaran Satreskrim Polrestabes dan Polsek tidak ada laporan soal dugaan penganiayaan tersebut," tutur Irman di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung.
Irman menyayangkan Ratna tak melaporkan kepada pihak kepolisian jika benar ada kejadian penganiayaan.
"Kalau ada kejadian tersebut sebaiknya melaporkan supaya kepolisian bisa segera melakukan langkah-langkah hukum untuk menindaklanjuti hal tersebut," katanya. (bmw/wis)