Firman (38) mengaku tak mendengar suara tersebut. Saat itu dirinya tengah berada di Jalan Mohamad Hatta, Kota Palu.
"Tidak ada itu suara sirene tsunami," kata Firman saat ditemui CNNIndonesia.com, Selasa (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga disampaikan Wandah (34). Ia mengaku tak mendengar suara sirene atau alarm apapun terkait dengan peringatan dini tsunami.
"Saya enggak dengar, yang dengar justru orang teriak 'air..air'," ujar Wandah.
Usai gempa, ia bersama rekan-rekannya pun segera menyelamatkan diri. Namun, Fikri tak mendengar bunyi sirene atau alarm apapun sebagai tanda peringatan dini tsunami.
"Enggak ada itu sirene, kita dekat dengan pantai, tapi tak ada suara sirene," kata Fikri.
Gempa dan tsunami mengguncang Palu, Sulawesi Tengah. (REUTERS/Athit Perawongmetha) |
Gempa bumi awalnya terjadi pada pukul 14.00 WIB dengan magnitude 6 skala ricther yang mengguncang Donggala sejauh 10 kilometer. Gempa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dan 10 orang luka.
Tak berapa lama, terjadi gempa susulan yang lebih besar dengan 7,7 skala ritcher kemudian direvisi 7,4 SR dengan kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di jalur sesar Palu Koro.
Sutopo mengatakan gempa tersebut merupakan gempa dangkal tetapi karena terjadi di jalur sesar Palu Koro berpotensi memicu Tsunami.
Pada pukul 17.02 WIB, Sutopo mengatakan, BMKG mengeluarkan warning tsunami dengan status siaga dan waspada.
Tsunami menerjang Palu, Sulawesi Tengah. Kawasan tersebut merupakan kawasan permukiman padat, selain banyak warga yang beraktifitas di pantai.
Gempa dan tsunami mengguncang Palu, Sulawesi Tengah. (REUTERS/Athit Perawongmetha)