Menurutnya, Prabowo harus segera meminta maaf kepada semua pihak karena dugaan penganiayaan tersebut sudah diakui oleh Ratna sebagai sebuah kebohongan belaka.
"Bagi kami ini sudah menyentuh aspek yang fundamental, memperdagangkan kemanusiaan untuk elektoral. Karena itulah Pak Prabowo sebaiknya meminta maaf ke publik," ujar Hasto dalam keterangan tertulis, Rabu (3/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto menuturkan Prabowo juga telah melakukan manipulasi psikologi hingga 'kudeta' rasa untuk mendapat simpati dari masyarakat. Kedua hal itu, ia nilai sebagai upaya agar mendapat dampak elektoral di Pilpres 2019.
Ia menilai tindakan Prabowo sebagai cermin politik yang tidak berkeadaban dan meninggalkan nilai-nilai tradisi luhur bangsa.
Ratna Sarumpaet mengaku berbohong soal penganiayaan. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Ia menilai tudingan Prabowo terkait penganiayaan terhadap Ratna bermuatan politis, melanggar HAM, hingga bagian dari kekerasan terhadap perempuan secara tidak langsung menyudutkan pemerintahan Jokowi.
"Konferensi pers Pak Prabowo atas rekayasa penganiayaan tersebut sangatlah berbahaya," ujar Hasto.
Di sisi lain, Hasto mengklaim bersyukur pihaknya tidak terpancing dengan 'proyek emosi jiwa' yang dibangun oleh TKN Prabowo-Sandiaga. Bahkan, ia menyebut Jokowi secara personal tetap tenang meski diserang fitnah berulang kali oleh TKN Prabowo-Sandiaga.
"Dunia pun mau dibuat terbalik, Pak Jokowi tidak pernah melanggar HAM," ujarnya.
Ratna mengakui telah berbohong soal lebam di wajahnya yang sebelumnya disebut karena penganiayaan. Dia membiarkan kebohongan itu dan berpikir mengembangkan cerita bohong tentang penganiayaan itu.
"Saya terus mengembangkan ide pemukulan itu dengan beberapa cerita," kata Ratna.
Ratna Sarumpaet mengaku berbohong soal penganiayaan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)