Laporan itu sudah diterima dengan nomor STTL/1009/X/2018/BARESKRIM dengan dugaan kasus ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong.
Anggota Advokat Pengawal Konstitusi, Saor Siagian menyesalkan sikap Fadli dan Prabowo yang turut menyebarkan kabar bohong. Kabar bohong yang dimaksud Saor adalah soal berita dugaan penganiayaan Ratna Sarumpaet. Ratna sendiri pada hari ini telah mengklarifikasi kabar penganiayaan dirinya adalah hoaks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saor menyatakan sikap Prabowo dan Fadli sangat merugikan banyak orang. Apalagi keduanya memiliki jabatan yang penting di masyarakat. Selain itu, sambungnya, pernyataan dua petinggi Partai Gerindra itu pun dianggap tidak tepat karena keadaan Indonesia yang sedang berduka akibat gempa serta Tsunami Palu dan Donggala.
"Malah calon presiden menebarkan suatu hoaks fitnah tidak tanggung-tanggung dan disasar itu adalah kepala negara," lanjutnya.
Di samping itu, Saor bilang bakal mengadukan Fadli ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Jabatan Fadli sebagai pimpinan DPR dipandang harusnya memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Besok kami laporkan Fadli Zon untuk proses ke MKD," tutup dia.
Anggota Advokat Pengawal Konstitusi Saor Siagian melaporkan Prabowo Subianto dan Fadli Zon di Bareskrim, Jakarta, Rabu (3/10). (CNN Indonesia/Ciputri Hutabarat) |
Pelaporan ini didasari dari kasus Ratna Sarumpaet yang diduga dianiaya sekelompok orang di Bandung pada tanggal 21 September 2018. Sejumlah politikus turut bersuara atas kasus ini mulai dari Fadli Zon, Rachel Maryam dan Fahri Hamzah.
Bahkan Prabowo Subianto bersama Amien Rais kemarin langsung bertemu dengan Ratna. Setelah bertemu, Prabowo mengatakan apa yang dialami Ratna adalah sebuah pelanggaran HAM dan harus diusut polisi.
Kemudian, usai ditelusuri, pada Rabu (3/10) tengah hari polisi menyatakan Ratna tak berada di Bandung saat hari dimaksudkan terjadi penganiayaan. Dirinya justru tercatat berada di Jakarta dan mengikuti pengobatan medis di rumah sakit khusus bedah estetika.
Dan, pada petang hari, lewat jumpa pers di kediamannya kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Ratna mengaku dirinya telah berbohong soal penganiayaan dan meminta maaf secara terbuka.
Menanggapi pernyataan Ratna tersebut, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan pihaknya tak menyebarkan informasi bohong alias hoaks mengenai penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet.
Ratna merupakan salah satu juru kampanye Nasional Prabowo-Sandi pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Dahnil menyatakan bahwa pihaknya bersikap dan berkomentar berdasarkan pengakuan Ratna soal penganiayaan yang dialami dan ingin membantunya.
"Kami tidak menebar hoaks, tapi berangkat dari pengakuan Bu Ratna dan ingin membantu beliau, ternyata kami justru dibohongi beliau," kata Dahnil saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Rabu (3/10) petang.
[Gambas:Video CNN]
